Home

SNA_segmentApa itu virtual?

Virtual secara umum diartikan tiruan secara nyata. Beberapa kamus bahasa Inggris memberi deksripsi:

1. Existing or resulting in essence or effect though not in actual fact, form, or name

2. Existing in the mind, especially as a product of the imagination. Used in literary criticism of a text

3. Computer Science Created, simulated, or carried on by means of a computer or computer network

Pada kesempatan ini saya mencoba menuangkan gagasan virtual collaboration, gagasan yang sebenarnya sudah sangat lama ada dalam benak pemikiran penulis. Semenjak internet sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, dan media sosial online mulai digemari oleh banyak kalangan.Saat itu ruang-ruang virtual dalam perkembangan teknologi komputer dan internet telah menjadi ruang-ruang sosial baru yang menyediakan kebutuhan secara cepat dan ekonomis. Orang per orang ditempat berbeda disegala penjuru dunia terhubungkan pada saat yang sama dan berkomunikasi hanya menggunakan layar komputer dengan dilengkapi peralatan audio visual dan atau dengan smartphone.

Kerjasama apa yang bisa dilakukan melalui dunia virtual?

Dalam dunia teknologi komunikasi saat ini ada teknologi yang dikenal dengan istilah haptic. Haptic adalah ilmu mengaplikasikan sensasi sentuhan ke dalam interaksi manusia dengan komputer, berasal dari bahasa Yunani haptesthai yang artinya ‘menyentuh’. Perangkat yang menggunakan teknologi haptic melibatkan kontak fisik antara komputer dan pengguna. Pengguna dapat memasukan informasi ke dalam komputer dan merasakan umpan balik dari komputer melalui sensasi di tangan atau bagian tubuh lainnya.

Yang ingin penulis maksudkan sebenarnya bukan tentang teknologi virtual, melainkan apa yang bisa kita lakukan menggunakan teknologi virtual. Beberapa waktu lalu ada istilah virtual residency, virtual exchange, dan beberapa istilah lainnya untuk menyebutkan kegiatan yang bisa dilakukan oleh beberapa orang tanpa bertemu langsung; namun dapat melakukan hal yang sama ditempat berbeda untuk maksud dan tujuan yang sama pula.

Carol Kinsey Goman, kontributor Forbes menuliskan 5 tips dalam melakukan kolaborasi virtual:

1. Meningkatkan kesadaran lintas budaya

2. Menciptakan aturan tim dan norma

3. Membangun kepercayaan dunia maya

4. Menggunakan mix media komunikasi

5. Membuat pertemuan tatap muka jika dimungkinkan

Jadi virtual organisasi dapat diartikan  sekelompok grup, orang, atau institusi dengan beberapa tujuan yang sama, mereka melakukan sharing sumber daya untuk memenuhi kebutuhan bersama. Karakteristik organisasi virtual adalah, a. melintas batas, b. resources (berbagai sumber daya), c. wilayah tersebar, d. anggota tidak tetap.

Sekarang pertanyaannya adalah, sudah siapkah pekerja seni, seniman, pelaku budaya nusantara ini melakukan komunikasi virtual yang serba cepat dan murah ini dalam konteks kerja seni budaya, saling berbagi informasi dan melakukan transformasi ilmu pengetahuan? Mengingat nusantara yang begitu luas ini semestinya dapat dihubungkan dengan teknologi internet dan media sehingga orang per orang, komunitas per komunitas secara nyata dapat saling bertegur sapa, pun hanya melalui dunia virtual.

Organisasi virtual menjadi alternatif atas kebutuhan era digital yang semakin melipatkan batas-batas ruang dan waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s