Home

nusubstanceSekilas Tentang Nu-Substance Festival 2013: re.connection
Nu-Substance Festival merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation sejak 2007. Setiap tahun festival ini hadir dengan beragam tema spesifik yang merepresentasikan perkembangan seni, budaya, pemanfaatan ICT/Media di kalangan masyarakat luas. Penyelenggaraan festival ini selalu hadir dengan bentuk dan format yang beragam, serta menggelar berbagai aktivitas semisal lokakarya, seminar, diskusi, pameran, konser musik, pemutaran film, dsb. Melalui rangkaian kegiatan semacam ini, kami bermaksud untuk mengajak khalayak luas untuk mengapresiasi berbagai karya dan gagasan baru yang berkembang di bidang seni, budaya, serta pemanfaatan ICT/Media dalam pengertian yang sangat luas.

Dalam setiap penyelenggaraannya, festival ini selalu melibatkan para seniman, akademisi, pakar, aktivis, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Untuk tahun ini, kegiatan festival digelar dengan tajuk nusubstancefestival2013:re.connection. Secara khusus penyelenggaraan festival kali ini adalah kelanjutan dari upaya untuk membangun hubungan dari berbagai bentuk irisan praktik dan wacana dalam perkembangan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/Media; termasuk wacana tentang sejarah, pendidikan, serta pemanfaatan teknologi media untuk berbagai keperluan sehari-hari. Rangkaian kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk memetakan dan mendokumentasikan perkembangan di bidang seni, budaya, serta pemanfaatan ICT/media dalam perspektif yang bermacam-macam.

Opening Nu-Substance Festival 2013
Konser re.connection: Karinding Attack feat. Arrington de Dionyso (Malaikat & Singa)
Band Pembuka: Karinding Wanoja & Authority
Venue: Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), Jalan WR Supratman No. 57, Bandung
Waktu: Sabtu, 7 Desember 2013, pukul 19.00-selesai

Deskripsi Program
Pembukaan Nu-Substance Festival 2013 menampilkan Konser Karinding Attack yang berkolaborasi bersama musisi asal Amerika, Arrington de Dionyso’ (Malaikat & Singa). Konser ini akan menampilkan eksperimentasi dan kolaborasi antara musisi berbeda genre dan budaya. Karinding Attack yang selama ini berhasil melakukan musik hibrid antara musik tradisionil dengan barat akan berkolaborasi dengan Arrington yang dikenal sebagai musisi eksperimental. Beberapa tahun lalu, Arrington pernah melakukan tur di Indonesia bersama bandnya. Dia juga pernah melakukan kolaborasi bersama band asal Yogyakarta, Senyawa. Pada saat tur di Bandung, Arrington pun pernah melakukan kolaborasi bersama Karinding Attack. Konser ini mempertemukan kembali musisi dengan latar belakang berbeda untuk menampilkan suatu karya ekspresi bersama yang dibangun tanpa latihan dan pertemuan yang intens. Seperti halnya eksperimentasi, konser ini akan berupaya melakukan upaya rekonstruksi yang membuka peluang untuk membangun hubungan artistik secara spontan.

Profil:
Karinding Attack
Karinding Attack atau biasa disebut KARAT adalah sebuah band world music yang menampilkan alat musik bambu seperti karinding, celempung, dan seruling. Terbentuk pada tahun 2009, Karinding Attack berawal dari sembilan musisi dari komunitas metal Ujungberung Rebels yang tertarik untuk bereksplorasi lebih jauh dengan musik tradisionil karinding. Pada tahun 2011, Karinding Attack berhasil merilis album Gerbang Kerajaan Serigala.

Arrington de Dionyso
Musisi eksperimental asal Washington, Amerika ini dikenal lewat band Malaikat dan Singa yang kerap menulis lirik dengan bahasa Indonesia. Bersama Malaikat dan Singa, Arrington memainkan saksofon sekaligus menyanyi. Sebelumnya dia juga tergabung dalam band Old Time Relijun yang memainkan musik free jazz. Pada tahun 2011, dia merilis album Suara Naga dan menjalani tur di Indonesia. Dia dikenal sebagai musisi multi-instrumen dan piawai berkolaborasi dengan beragam latar belakang musisi.

Karinding Wanoja
Karinding Wanoja adalah sebuah grup musik karinding yang berpersonilkan perempuan. Band yang terbentuk pada tahun 2012 ini terdiri dari 4 personil yaitu Anisa (vokal), Dina (Karinding), Tania (Celempung), dan Trias (Celempung Renteng). Karinding Wanoja membawakan campuran lagu modern, buhun, dan pop sunda yang dikemas dengan instrumen karinding.

Authority
Authority terbentuk dari tahun 1995. Band ini pada awalnya identik memainkan musik New York Hadcore yang menjadi tipikal band hardcore pada masa itu. Authority terdiri dari Yala (drum), Billy (gitar), Pane (bass), Dicke (vokal), dan Andri dan Ison (gamelan). Pada tahun 2006, Authority memutuskan untuk mengeksplorasi musik mereka dengan bunyi instrumen gamelan. Hal ini dilakukan untuk menambah referensi musik metal ala Indonesia.

Diskusi: Menakar Budaya Bernalar Bangsa Melalui PISA 2012
Pemateri: Prof. Iwan Pranoto (Dosen Matematika ITB)
Venue: Jendela Ide, Sabuga ITB, Jalan Taman Sari No 73 Bandung
Waktu: Rabu, 11 Desember 2013, Pukul 10.00-12.00

Deskripsi Program
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis hasil PISA (Program for International Student Assesment) tahun 2012 yang menilai kualitas pendidikan di beberapa negara. Indonesia sudah ikut terlibat dalam PISA sejak tahun 2000. Dari hasil yang dirilis setiap tiga tahun sekali, kita diajak untuk menakar kemampuan bernalar anak Indonesia dan perbandinganya dengan negara lain. Adapun pelajar yang dilibatkan dalam survey ini rata-rata berumur 15 tahun. Menurut data www.oecd.org/pisa, pada tahun 2009 Indonesia menduduki urutan ke-57 dari 65 negara peserta. Dari hasil survey yang terakhir, kita sekurangnya dapat menilai perkembangan budaya bernalar bangsa. Dengan menyimak hasil survey PISA 2012, barangkali kita dapat menyusun strategi untuk melakukan pembenahan dalam dunia pendidikan kita.

Sharing & Presentasi Karya Inovasi Berbasis ICT/Media
Pemateri: Anak Bertanya, Langit Selatan, Tinker Games, Labtek Indie, Bandung Fe Institute, Sejuta Data Budaya
Venue: Galeri Sarasvati, Jalan Sudirman No 137 Bandung
Waktu: Kamis, 12 Desember 2013, Pukul 15.00-19.00

Deskripsi Program
Selama beberapa tahun terakhir ada banyak sekali karya inovasi yang berbasis pemanfaatan ICT/Media yang berkembang di tengah masyarakat. Karya-karya inovasi ini didukung dengan perkembangan teknologi informasi yang tersebar secara cepat dan masif. Dalam kegiatan sharing dan presentasi kali ini ada sekitar enam komunitas & lembaga yang mencipta karya-karya baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Presentasi kali ini menampilkan karya di bidang budaya, pendidikan, astronomi, games, sosial, serta penelitian dan pengembangan. Beberapa karya yang ditampilkan mencerminkan sebentuk kolaborasi yang sangat menarik antara pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profil:
anakbertanya.com
Situs http://anakbertanya.com/ (sebelumnya http://atpj.wordpress.com/) dibuat khusus untuk anak-anak usia 10-12 tahun yang memiliki rasa ingin tahu tentang berbagai hal semisal alam semesta, makhluk hidup, lingkungan sekitar, kehidupan di kota dan desa, perilaku manusia, dan sebagainya. Ide yang mendasari pengembangan situs ini sederhana saja: anak bertanya, pakar menjawab (#ATPJ). Namun begitu situs ini bukan dimaksud untuk menjadi forum tanya jawab. Lebih jauh daripada itu, melalui jawaban yang diberikan oleh pakar dari berbagai bidang, anak-anak diharapkan mendapat wawasan seputar pertanyaan mereka sekaligus mengenal para pakar dalam bidang ilmu atau pekerjaan yang terkait dengan pertanyaan yang ada.

Langit Selatan
Langit Selatan (http://langitselatan.com/) merupakan media komunikasi dan edukasi astronomi yang sekaligus juga merupakan komunitas astronomi yang lahir dari dunia maya. Selain memberikan pemahaman astronomi di dunia maya, Langit Selatan juga melakukan pelayanan publik untuk memperkenalkan dunia astronomi lewat sesi astronomi di kelas, star party, pelatihan menggunakan teleskop, maupun pelatihan astronomi untuk guru. Selain memberi edukasi astronomi pada masyarakat, Langit Selatan juga melakukan penelitian ilmiah dalam hal arkeoastronomi, etnoastronomi serta pengembangan alat bantu ajar astronomi untuk guru. Nama Langit Selatan dipilih karena itulah langit yang diamati dan dinikmati dari Bandung. Salah satu rasi khas di Langit Selatan adalah Centaurus, bersama dengan Rasi Crux (Salib Selatan/Gubug Penceng). Centaurus sebagai lambang kearifan dan ilmu pengetahuan mewakili harapan untuk dapat berbagi kearifan ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia.

Sejuta Data Budaya (SDB)
Sejuta Data Budaya (SDB) adalah sebuah gerakan yang dilandasi kesadaran akan perlunya pendataan terhadap elemen kebudayaan yang ada di Indonesia. Situs http://www.budaya-indonesia.org/ merupakan media untuk menggali, mengapresiasi, serta menjaga ketahanan kebudayaan tradisional Indonesia. Tingkat diversitas kebudayaan Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Sayangnya jika tidak ada upaya pendataan akan konservasi maka rentan untuk punah. Belum lagi masalah klaim budaya yang merupakan akibat dari minimnya proteksi terhadap kebudayaan Indonesia. Proteksi dan konservasi tidak dapat dilaksanakan seandainya tidak ada informasi atau data tentang budaya.

Tinker Games
Tinker Games adalah salah satu perusahaan digital entertainment terkemuka di Asia yang berpusat di Bandung. Berdiri pada November 2011, Tinker Games menciptakan pengalaman baru dalam bermain game dengan keindahan visual dan permainan interaksi yang mengesankan. Berbagai games telah dirilis dalam berbagai platform seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Nokia OS. Tinker Games juga memproduksi barang-barang promosi termasuk pin, art book, dan gantungan kunci dengan tema yang sesuai dengan games yang dibuat.

Labtek Indie
Labtek Indie adalah laboratorium teknologi interaktif yang berbasis di kota Bandung. Aktivitas Labtek Indie difokuskan pada pendampingan perusahaan, institusi, dan komunitas melalui proses identifikasi masalah, perumusan solusi, dan eksekusi penciptaan produk-produk teknologi interaktif. Hingga saat ini beberapa produk yang telah dihasilkan Labtek Indie antara lain user interface, augmented reality, interactive floor, gesture control movements, multi-touch screen, animatronic, serta masih mengembangkan interface lain yang berbasis teknologi interaktif.

Bandung Fe Institute (BFI)
Bandung Fe Institute (BFI) merupakan lembaga riset mengenai kompleksitas sosial di Indonesia. Didirikan oleh beberapa sarjana di Indonesia yang tertarik membahas fenomena sosial dalam tinjauan multi-disiplin. BFI adalah tempat untuk menciptakan ruang interdisipliner yang akan menjadi proyek percontohan tentang bagaimana sebuah lembaga penelitian menyebarkan karya ilmu pengetahuannya. Model yang dipilih adalah penelitian universitas dengan gagasan bahwa BFI adalah lembaga yang menghargai usaha ilmiah yang didasarkan pada semangat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Semua yang penting hanya dapat dicapai melalui penelitian, dengan ide dasar bahwa ilmu pengetahuan dapat dan hanya bisa diperoleh dari penelitian ilmiah.

Workshop Creative Writing
Venue: Common Room, Jalan Muararajeun No 15 Bandung
Waktu: Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2013, pukul 09.00-16.00
Biaya Pendaftaran: Rp. 100.000,- (fasilitas: makalah, sertifikat, dan snack)

Deskripsi Program
Ingin belajar menulis? Punya impian untuk menulis buku dan diterbitkan? Atau ada seabrek ide keren yang bagus banget kalau dijadikan buku? Atau jangan-jangan dalam komputermu tersimpan banyak naskah tulisan yang tidak tahu harus diapain? Aah, daripada berandai-andai lebih baik ikut workshop yang satu ini.

Creative Writing Workshop adalah sebuah kegiatan memperkenalkan dunia tulisan populer kepada para pesertanya. Melalui kegiatan ini peserta akan diajak untuk memahami bentuk-bentuk tulisan populer, proses penggalian ide, memahami prosedur penerbitan dan cara mengajukan naskah ke penerbit. Di akhir kegiatan peserta akan diminta untuk membuat tulisan yang nantinya akan diterbitkan sebagai antologi atau dimuat pada media massa.

Workshop Coding Boot Camp bersama @CodingIndonesia
Venue: Common Room, Jalan Muararajeun No 15 Bandung
Waktu: Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2013, pukul 09.00-16.00
Biaya Pendaftaran: Rp. 200.000,- (fasilitas: sertifikat dan snack)

Deskripsi Program
Memasuki abad teknologi informasi kebutuhan masyarakat akan penggunaan ICT/media sudah sangat besar. Penggunaan Gadget dan media informasi sudah menjadi satu kebutuhan dasar bagi orang-orang untuk berkomunikasi. Hal ini merupakan salah satu hal yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Coding Boot Camp. Kegiatan ini akan melibatkan anak-anak dan khalayak luas untuk mempelajari dan mengeksplorasi dunia ICT/media melalui proses pembelajaran secara langsung. Secara khusus kegiatan ini akan mengenalkan anak-anak berusia 9-16 tahun untuk mengenali teknologi informasi dari dekat, karena pada dasarnya kebanyakan dari anak-anak saat ini sudah banyak yang mulai menggunakan gadget elektronik seperti handphone, tablet, dan laptop. Coding Booth Camp adalah salah satu upaya pengenalan dan pelatihan untuk anak agar dapat menggunakan peralatan ICT/media secara kreatif. Selain untuk mencegah anak menjadi konsumen pasif, melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak akan mampu mencipta karya seperti software dan games edukasi.

Diskusi Moedomo Learning Initiative (MLI)
“Dari Reindwart ke Junghuhn: Bentang Alam, Perjalanan,dan Pengetahuan Ilmiah” oleh Hawe Setiawan
Venue: Perpustakaan Pusat ITB, Jalan Ganesa No 10 Bandung 40132
Waktu: Rabu, 18 Desember 2013, pukul 14.00-selesai

Deskripsi Program
Abad ke-19 memperlihatkan adanya minat yang sangat besar untuk menyelenggarakan upaya-upaya pengumpulan, penyusunan dan penyebarluasan pengetahuan ilmiah mengenai bentang alam Hindia Timur Belanda (kini Indonesia). Upaya-upaya seperti ini antara lain terlihat dari dibentuknya sebuah komisi penelitian yang dipimpin oleh Prof. Caspar Reinwardt (1773-1854) yang mengadakan penyelidikan ilmu alam di Pulau Jawa kemudian di belahan timur Nusantara.

Rangkaian perjalanan diselenggarakan oleh para peneliti Eropa, yang antara lain juga melibatkan para pembuat gambar dan seniman, di bagian-bagian tertentu Nusantara sehingga tersusun gugusan pengetahuan yang terperinci mengenai alam, manusia, dan budaya di negeri ini. Hasil-hasil pencapaian yang patut dicatat sehubungan dengan upaya tersebut antara lain diperlihatkan oleh Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864), peneliti ilmu alam dan pemikir bebas, yang selama lebih kurang 13 tahun bekerja di Indonesia hingga akhir hayatnya.

Franz Junghuhn, warga Belanda yang berasal dari Jerman, antara lain menulis karya utamanya mengenai seluk beluk bentang alam Pulau Jawa selain merintis budidaya kina di kawasan Priangan. Dengan membawakan tema ini, penulis dan budayawan Hawe Setiawan akan mendiskusikan hubungan yang erat antara perjalanan menyusuri bentang alam, kebiasaan mencatat dan menggambar rincian amatan, serta pelembagaan sikap ilmiah dalam kebudayaan.

Profil:
Hawe Setiawan lahir di Cisalak, Subang, Jawa Barat, 21 November 1968. Lulusan Magister Seni Rupa ITB ini sehari-hari menulis esai (termasuk dalam bahasa Sunda), puisi, menyunting naskah buku, menerjemahkan buku dari bahasa Inggris. Ia menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia buku Three Old Sundanese Poems karya J.J. Noorduyn dan A. Teeuw. Kini dia mengajar di Fakultas Seni dan Sastra, Universitas Pasundan Bandung.

Pemutaran Film
Linimasa 3, Video Slam G 30 S PKI, dan Ekspedisi Cengkeh
Venue: BCCF, Jalan Purnawarman No 70 Bandung
Waktu: Rabu-Kamis, 18-19 Desember 2013, Pukul 19.00- selesai

Resensi Singkat:

Linimasa 3
Film Linimasa 3 merupakan sekuel lanjutan dari Linimassa 1 dan 2, yang masih menceritakan tentang gerakan media sosial untuk kampanye dan perjuangan sosial. ICT Watch dan sutradara Dandhy Laksono berusaha membawa tema fenomena media sosial yang selama ini tak banyak mendapat porsi dalam media mainstream. Linimasa 3 bercerita mengenai lima aktivis media sosial yang mendokumentasikan kegiatan mereka sendiri berjuang untuk masyarakat. Kelima cerita dalam Linimasa 3 antara lain kisah penyelamatan pegunungan Kendeng Utara yang merupakan sumber mata air bagi ribuan warga dari ancaman kerusakan alam, perjuangan di Poso yang memerangi korupsi, mendirikan sekolah untuk korban konflik, dan meningkatkan ekonomi warga, pengumpulan kakak asuh (pendonor darah) bagi penyandang Thalassemia di Aceh, upaya nyata penggalangan bantuan bagi ribuan korban letusan Gunung Rokatenda, dan aksi gugatan warga Samarinda Kaltim terhadap daya rusak tambang batubara bagi kehidupan lingkungan mereka

Video Slam G30SPKI
Kompilasi Video Slam merupakan kumpulan video yang mendekonstruksi film Pengkhianatan 30GS/PKI (Arifin C. Noer, 1984). Kompolasi video ini dihasilkan melalui kegiatan workshop “Video Slam” yang digelar oleh Engagemedia dan Common Room pada 25-26 Oktober 2013. Dalam workshop ini sekelompok anak muda dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta diajak untuk melihat kembali dan mencipta karya baru dari film Pengkhianatan G30S PKI. Dalam waktu yang relatif singkat setiap peserta diajak untuk melongok dan memaknai kembali peristiwa konflik 1965 dari sudut pandang yang personal. Ada sekira 13 karya video yang dihasilkan melalui workshop ini. Masing-masing berupa karya video berdurasi singkat yang memiliki corak dan karakter yang sangat beragam. Sebagaimana tujuan awalnya, kegiatan workshop ini merupakan salah satu upaya untuk mendemistifikasi peristiwa konflik 1965 yang telah memakan demikian banyak korban jiwa. Melalui upaya ini, kami berharap masyarakat dapat memperbincangkan peristiwa konflik dengan sikap serta cara pandang yang lebih kritis dan terbuka.

Ekspedisi Cengkeh
Ekspedisi ini mendatangi daerah jantung asal muasal cengkeh untuk mendokumentasikan dari dekat dunia termutakhir cengkeh dengan berbagai perniknya. Puthut EA dan kawan-kawan menyajikan dokumenter ini dengan gairah petualangan dan visual yang menarik. Perjalanan tentang komoditas unik, misterius dan serba guna ini cukup panjang. Mulai dari “hutang budi” zaman pencerahan dan Revolusi Industri; disusul dengan perang panjang dan pertumpahan darah, penyelundupan dari daerah asal untuk ditanam di tempat lain; hingga hampir tinggal jadi sejarah. Komoditas asli Maluku ini menghadapi tantangan yang tak kunjung usai sampai sekarang.

Konser Release Party Pulsating Star
Band: Flukeminimix, SSSLOTHHH, dan Under The Big Bright Yellow Sun
Venue: IFI Bandung, Jalan Purnawarman No 32 Bandung
Waktu: Jum’at, 20 Desember 2013, Pukul 19.00-23.00

Deskripsi Program
Pulsating Star adalah sebuah proyek eksperimentasi bebas Flukeminimix bersama Gustaff H. Iskandar dan Ine Arini. Proyek ini adalah sebuah usaha untuk mempertemukan, mendekatkan dan mengakrabkan kembali antara manusia dengan alamnya, manusia dengan semestanya, manusia dengan Tuhannya; melalui sebuah eksperimentasi bebas di mana seni dan ilmu pengetahuan dipadukan dan diolah menjadi sebuah bentuk gerak, suara, musik dan visualisasi yang saling merespon antara satu dengan lainnya sehingga terjalin menjadi suatu kesatuan utuh yang harmonis. Proyek ini juga merupakan sebuah simbolisasi bahwa seni dan ilmu pengetahuan dapat berkolaborasi dan saling mengisi satu dengan yang lainnya untuk kebaikan umat manusia. Seni yang dimaksudkan pada proyek Pulsating Star ini adalah berupa tari kontemporer dan musik eksperimental beserta visualisasi pendukungnya. Sedangkan ilmu pengetahuan (sains) yang dimaksudkan adalah data saintifik berupa rekaman gelombang radio yang direkam oleh Teleskop Radio di Observatorium Bosscha, Lembang, Indonesia.

Profil:
Flukeminimix
Flukeminimix merupakan grup musik yang beranggotakan Farris Karamy Gibran (piano, guitar, vocal), Putri Dwi Uttari (guitar, vocal), Ibrahim Adi Surya (lead guitar), Rangga Damaputra (guitar), Iqbal Amarullah (bass, glockenspiel), Muhammad Fahmi (drum), Dika Mahardika (cello) dan Okky Ade Chandra (contrabass). Perjalanan grup musik ini dimulai sejak tahun 2008 di kota Bandung. Sejak awal, Flukeminimix tidak mendefinisikan musik yang diusungnya kedalam suatu tertentu. Hal tersebut dikarenakan Flukeminimix tidak ingin membatasi ruang eksplorasi suara dalam proses pencapaian harmonisasi pada musik mereka. Karenanya, hingga saat ini Flukeminimix terus bereksplorasi dan bereksperimentasi dalam lingkup suara, komposisi dan nada hingga medium penyampaiannya.Sebagai sebuah grup musik, Flukeminimix mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa musik memiliki nilai yang luhur bagi manusia. Tidak semata-mata hanya sebagai media hiburan, melainkan sebagai sarana terpenting untuk memenuhi kebutuhan yang esensial bagi kehidupan manusia; seperti rasa seni, ruang ekspresi, kecendekiaan, hingga transendental.

SSSLOTHHH
SSSLOTHHH merupakan band atmosferik sludge metal yang banyak terpengaruh dari Neurosis, Russian Circles, Mouth of the Architect, Cult of Luna dan band-band hardcore punk, sludge, dan post metal lainnya dengan memasukkan esensi postrock dan black metal. Terbentuk di Bandung pada 2010 dan terdiri dari Dinar (drum), Vinsensius (gitar/vocal), dan Syahroni (bass). Lirik-lirik mereka banyak bercerita soal matahari, bumi, kehidupan, dan kemanusiaan.

Under The Big Bright Yellow Sun
Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) merupakan band instrumental postrock yang terbentuk pada tahun 2007 di Bandung. Terdiri dari Komeng (gitar), Ranyay (gitar), Eza (gitar), Didi (bass), dan Uwee (drum). Band ini terpengaruh sangat kental oleh musik-musik dari Explosions in the Sky, This Will Destroy You, Sigur Ros, Mogwai, Mono, dan lain-lain.

Closing Party Nu-Substance Festival 2013: re.union
Venue: Blackspot Café, Jalan W.R. Supratman No. 57, Bandung
Waktu: Jum’at, 20 Desember 2013, Pukul 23.00 – selesai

Acara ini akan menjadi penutup rangkaian Nu Substance Festival 2013 dan menampilkan para DJ lintas genre dan generasi di kota Bandung. Siapapun dipersilahkan datang untuk bersenang-senang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s