Home

lanjarjiwo

invitation:

“ Pameran DIPONEGORO ”
Solo Art Exhibition Lanjar Jiwo

16 – 29 January 2014
Gallery TEMBI Rumah Budaya Yogyakarta
JL.Parangtritis Km 8,4 Tembi,Timbulharjo,
Sewon , Bantul 55186
INDONESIA

spirit of Diponegoro
Mengenali diri , Menggunakan estetika untuk melakukan Perlawanan*.

Persoalan seni bukanlah persoalan yang Sederhana dan menghias,tetapi memiliki kekuatan tersendiri terutama dalam membangun citra dan rekayasa. Banyak pemikir barat mencoba merumuskan persoalan seni. Plato mengatakan seni adalah Mimesis atau peniruan terhadap alam.Walaupun banyak yang membantah pemikiran ini,banyak juga yang mengamini. Soedarso Sp mencoba merumuskan seni Modern dalam Buku “Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern”, bahwa seni modern tidak terbatas oleh kasat mata obyek-obyek tertentu,ataupun corak dan gaya tertentu,melainkan ditentukan sikap batin senimannya, dan seni modern tidak terbatas oleh letak geografisnya karena bersifat universal, Soedarso Sp juga mengatakan bahwa syarat yang dituntut oleh seni Modern adalah kreativitas. Sedikit senada dengan Alberth Camus dalam buku “seni adalah pemberontakan” bahwa kreatifitas menjadi nafas dari karya seni.Karena bagaimanapun seni membutuhkan kreatifitas dalam proses penciptaan hal-hal yang baru,dari proses yang Lama ke yang Baru inilah Alberth Camus mengatakan sebuah peristiwa pemberontakan. Seniman Persagi S.Sudjojono mengatakan adalah jiwa ketok. Maksudnya adalah karya seni merupakan cerminan dari jiwa yang melatarbelakangi proses dialektika material yang tidak terlepas dari nilai-nilai historis.

pada karya Lanjar Jiwo dengan tegas ingin mengatakan bahwa eksploitasi dari imperialisme merupakan salah satu bentuk Penindasan dan mengsengsarakan rakyat. Rakyat dengan struktur masyarakatnya mencoba menggalang kekuatan mobilisasi massa,Perlawanan ini dilakukan berkaitan dengan eksploitasi Hutan yang berdampak perusakan Lingkungan. Perlawanan ini merupakan sikap politik massa rakyat dalam menentang Penjajahan negara-negara kolonial.Pelukis mencoba memberikan sikap keberpihakanya terhadap massa rakyat yang tertindas dengan mencoba memberi tanda-tanda pada karya ini,seperti ditemukan tulisan-tulisan Lawan disekitar massa rakyat,tulisan ” kami menolak penghisapan bumi dan manusia” disekitar pohon yang sudah ditebang,”save Nusantara- Raya”,ada juga tulisan WB (World Bank)pada sosok setan,dan banyak lagi tanda-tanda sang seniman terhadap massa rakyat yang tertindas.

*Yayan Harian Syah S.Sn

Pembukaan :
Kamis,16 January 2014 Pukul 19.30 Wib

Host : Ibob SuSu
Penulis : Yayan Harian Syah S.Sn

Pidato Kebudayaan Oleh : BSW Adjikoesoemo

Pembacaan Puisi oleh :
– Surajiya
– Eko Rahmy
– Yuki Sastradirja
– Kelana
-Ashari Syahid

Performance Art :
– Sindu Cutter
– Bandel iLyas
– Nyonyor Numpang Tenar
– Quilty Party ( interanational)

Music Performance :
Nol_Km SeBUMI (Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia)

“ Pameran DIPONEGORO ”
Solo Art Exhibition Lanjar Jiwo

16 – 29 January 2014
Gallery TEMBI Rumah Budaya Yogyakarta
JL.Parangtritis Km 8,4 Tembi,Timbulharjo,
Sewon , Bantul 55186
INDONESIA

spirit of Diponegoro
Recognize themselves ,
Using aesthetics to fight .

The issue is not a problem ……. art is simple and decorate , but it has its own power , especially in image building and engineering .Many western thinkers tried to formulate the issue of art . Plato said that art is mimesis, or imitation of nature. Although many are denied this in mind, many are embracing. Soedarso Sp try to formulate Modern art in the book “History of Modern Art”, that modern art is not limited by invisible certain objects, or certain patterns and styles, but the determined attitude of the inner artist, and modern art is not limited by geographical location as is universal, Sp Soedarso also said that the requirements demanded by modern art is creativity.
Slightly similar to Camus Alberth in the book “the art is rebellion” that creativity is the breath of a work of art requires creativity seni.Karena however in the process of creating new things, from the Old to the New that this is an event Alberth Camus said rebellion.
S.Sudjojono Persagi artist said was the soul revealed . That is a work of art is a reflection of the spirit underlying the dialectic process material can not be separated from historical values .

Lanjar Jiwo ……… at work want to say emphatically that the exploitation of imperialism is one of Oppression and misery to the people. People with the structure of society trying to regroup mass mobilization, resistance is done with regard to the exploitation of forest destruction that impact the environment. This resistance is a political stance against colonialism masses in the colonial states.
Painter tries to provide attitude the oppressed masses by trying to give the markings on this work,such writings found masses around the opponent, the words “we reject the exploitation of the earth and man” around the trees have been cut down, “save Nusantara-Raya”, there are also posts WB (World Bank) on the figure of the devil, and more signs the artist of the oppressed masses.

Yayan Harian Syah S,Sn

Opening :
Thursday, 16 January 2014 at 19:30 pm

Host : Ibob SuSu
Author: Yayan Harian Syah S.Sn

Speech Culture By: BSW Adjikoesoemo

Poetry Readings by:
– Surajiya
– Eko Rahmy
– Yuki Sastradirja
– Kelana
– Ashari Syahid

Performance Art:
– Sindu Cutter
– Bandel Ilyas
– Nyonyor Numpang Tenar
– Quilty Party (interanational)

Music Performance:
Nol_Km SeBUMI (United Cultural Society of Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s