Home

Pameran Cengkeh Nusantara: Revolusi Belum Selesai

  • Seniman: Ong Hary Wahyu | Andy Seno Aji | Tim Ekspedisi Cengkeh
  • Tempat: KLINIK KOPI, Jl. Affandi Gejayan, belakang TB Togamas, Yogyakarta
  • Pameran berlangsung: 31 Januari s.d. 5 Februari 2014 |  Jam 12.00 – 21.00 WIB

Pameran dibuka: 31 Januari 2014 | Jam 19.00 WIB

Acara Pembukaan:

  • Pembacaan Dramatik: Landung Simatupang
  • Pelantun Lagu Maluku: Eliza Kissya (Kewang Negeri Haruku)

Acara ini diselenggarakan Layar Nusa, dan didukung oleh Ininnawa, Tim Ekspedisi Cengkeh, INSISTPress, Klinik Kopi, PPLH-USD, Radio Buku/I-Boekoe, Jogjanews, Matasari, dan Gerimisungu Production | Kontak panitia: Markaban (HP: 081328065224).

****

pameran cengkeh nusantara_poster1

Landung Simatupang dan Eliza Kissya akan Membuka Pameran Cengkeh Nusantara–
Revolusi Belum Selesai!

Press Release: Yogyakarta, 27 Januari 2014

Cengkeh (syizygium aromaticum) yang merupakan tumbuhan ini asli Nusantara, dan hanya bisa tumbuh dan berkembang baik di negeri kita, coba dihadirkan dalam karya seni rupa dan fotografi oleh dua orang seniman, Ong Hary Wahyu dan Andy Seno Aji.

Ong Hary Wahyu akan menghadirkan narasi sejarah panjang cengkeh nusantara dalam bentuk karya seni. Cengkeh bersama pala, merupakan dua komoditas penting yang membuat para petualang Eropa seperti Cristhoper Colombus, Vasco da Gamma, Fernando Magellan, Sir Francis Drake, Cornelis de Houtman berusaha mencapai sebuah kepulauan di Timur (The Spice Island), kemudian lahir apa yang disebut sebagai kolonialisme. Narasi sejarah ini yang direspon Ong Hary Wahyu dalam karya-karya nanti.

Sedangkan, Andy Seno Aji, seniman muda yang juga salah satu awak Tim Ekspedisi Cengkeh (sebuah ekspedisi ke jantung muasal cengkeh) pada September 2013 lalu, akan menyajikan kondisi kekinian cengkeh: bagaimana komoditas ini sekarang, dari segi budidaya, pasar, dan pengaruh kepada kehidupan masyarakat; dalam karya-karyanya.

Pameran diselenggarakan di Klinik Kopi, Jl Affandi/Gejayan, belakang TB Togamas, Yogyakarta, mulai 31 Januari 2014 sampai 5 Februari 2014.

Menurut Panitia, Markaban Anwar, “Landung Simatupang dan Eliza Kissya akan berkolaborasi menghadirkan narasi sejarah cengkeh, yang menjadi simbol wilayah Timur Nusantara, dalam pertautan dengan Barat dan juga segala hal yang dikategorikan modern.”

Pembukaan pameran pada 31 Januari 2014, pukul 19.00Wib, akan dimeriahkan dengan pembacaan dramatik oleh Landung Simatupang dan diiringi lantunan musik serta lagu-lagu rakyat Maluku yang dibawakan Eliza Kissya, Kewang Negeri Haruku (Anggota Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat 2007-2012, dan sekarang Anggota Dewan Tetua Jaringan Baileo Maluku).

“Kolaborasi Landung Simatupang dan Eliza Kissya seirama dengan karya-karya Pameran Cengkeh Nusantara – Revolusi Belum Selesai, sebuah upaya menggugah kembali  tentang cengkeh, sebuah komoditas unik, misterius, dan serbaguna. Cengkeh, satu warisan terbaik nusantara,” tambah Markaban Anwar. [*NA)

http://blog.insist.or.id/

One thought on “Revolusi Belum Selesai

  1. Pingback: Pameran Cengkeh Nusantara: Revolusi Belum Selesai | insistpress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s