Home

WORKSHOP POETRY PHOTOGRAPHY

Arik S. Wartono bekerjasama dengan House of Sampoerna membuka pendaftaran workshop Poetry Photography (foto-foto yang berpuisi) GRATIS.

Tapi peserta mesti daftar dulu sebab kuota hanya untuk 30 orang, kapasitas ruangan 50 orang, yang 20 orang disediakan untuk para sahabat dari komunitas sastra sebab sekaligus acara bedah buku PAGI SEGALA MUSIM (buku kumpulan puisi dan foto karya Arik S. Wartono).

Workshop Sesi 1:
16 Februari 2014 pk. 1.30 – 4.00 PM
di House of Sampoerna
Jl. Taman sampoerna 6 Surabaya

Workshop Sesi 2:
memotret di lapangan, 23 Februari 2014
(lokasi dan waktu diputuskan dalam kesepakatan saat Workshop Sesi 1).

Silahkan mendaftar, mumpung GRATIS sebab sudah ada yang menanggung biaya penyelenggaraan.

Pendaftaran bisa inbox pada akunt facebook Arik S. Wartono (akunt pribadi atau fanspage), atau tlp/sms 08121630334, atau PM BB Arik S. Wartono PIN BB: 2813A4BD.

Mohon maaf pendaftaran ini tidak dipublikasikan secara luas melalui website dll, sebab kuota peserta workshop maksimal hanya 30 orang.

Nanti setelah kuota peserta penuh, baru acara dipublikasikan secara luas termasuk ada Press Conference untuk acara ini.

Demikian harap maklum sebab kapasitas ruangan yang sangat terbatas. monggo mengajak kawan yang memang sungguh-sungguh ingin belajar FOTOGRAFI PUISI untuk mendaftar, GRATIS.

ARIK S. WARTONO
&
HOUSE OF SAMPOERNA

——-
poetryphotography
POETRY PHOTOGRAPHY adalah foto-foto yang berpuisi. Foto yang berpuisi adalah foto-foto yang mempu membuat tafsir tidak tunggal.

Karya Poetry Photographhy yang baik selalu mampu memberi ruang imaji pada setiap orang yang melihatnya. Bahkan sebuah foto dinikmati olah orang yang sama dalam rentang waktu dan suasana yang berbeda ia akan mampu memberi penafsiran yang berbeda, seakan bisa menawarkan pemaknaan yang selalu baru setiap saat, atau mungkin lebih tepatnya “selalu memberi ruang tafsir tambahan”.

Foto-foto yang berpuisi tidak mesti berwujud foto minimalism yang nglangut dan terkesan misteri, sebab memang tidak semua puisi begitu. Ada puisi-puisi yang realis, ada puisi yang naturalis, ada yang surealis, bahkan ada yang absurd.

Poetry Photography sebenarnya adalah pengembangan dari gerakan PUISI KONKRIT, arus ini datang dari dunia Barat yang di Indonesia mendapat sambutan pada tahun 70an.

Prinsip dasar gerakan PUISI KONKRIT adalah: “Kata-kata yang efisien adalah bahasa rupa. Puisi yang baik adalah puisi yang hemat kata, dan hemat kata yang sesungguhnya adalah TANPA KATA.”

Maka para pelaku puisi konkrit meninggalkan kata-kata sebagai basis berpuisi. Berpuisi tanpa kata-kata? BENAR, itullah Puisi Konkrit. Karena dalam keyakinan ini, SEBUAH GAMBAR (atau lebih tepatnya wujud visual: foto, lukisan, patung, seni instalasi) TELAH MENYIMPAN RIBUAN ATAU BAHKAN JUATAAN KATA.

Gerakan puisi konkrit di Indonesia kemudian terhenti pada 80an, sebuah proses yang pendek. Itu sebabnya Poetry Photography menjadi genre yang sedikit asing di Indonesia

Salam Kreatif selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s