Home

lepidopters

Sebuah proyek seni lintas-disiplin yang menampilkan kolaborasi musik, seni rupa, film animasi dan komik dalam sebuah pertunjukan opera

Acara ini diselenggarakan selama 2 hari:
SABTU, 21 MARET 2014
20.00 – 21.30

SABTU, 22 MARET 2014
20.00 – 21.30

Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta
Tiket IDR 20.000

The Lepidopters terdiri atas:
Slave Pianos (Melbourne)
Punkasila (Yogyakarta)
Michael Kieran Harvey (Sydney)
Rachel Saraswati (Yogyakarta)
Sekar Jindra (Yogyakarta)

Pertunjukan ini adalah yang kedua. Pentas sebelumnya diselenggarakan di Mona Foma Festival, Tasmania.

Pada November 2012 SLAVE PIANOS meminta penulis fiksi ilmiah dan kritikus seni Mark von Schlegell untuk menulis The Lepidopters, tiga jilid komik fiksi ilmiah komik berlatar Indonesia. Komik ini tengah digambar dan diwarnai oleh seniman Yogyakarta “Iwank” Erwan Hersi Susanto.

Komik ini secara umum bercerita tentang serbuan mahluk asing berbentuk ngengat ke kepulauan Indonesia, yang berencana untuk menguasai Bumi melalui pembuahan antar-spesies.

Sesungguhnya teks The Lepidopters merupakan suatu sandi rumit yang menghubungkan karya-karya seniman Amerika Robert Smithson dengan karya SLAVE PIANO dan kolektif multi-disiplin PUNKASILA di Yogyakarta, dan mengaitkannya dengan sistem mistik Jawa kuno.

The Lepidopters: A Science-Fiction Space-Opera (The Lepidopters: Sebuah Opera Fiksi Sains) digubah untuk alat musik yang tidak lumrah: soprano, pemain keyboard virtuoso, band rock-mistik (suara, gitar listrik, mesin suara, bass listrik, dan drum), gamelan, dan rangkaian elektronika analog.

Pada pementasan The Lepidopters di Jogja ini, berkolaborasi dengan kelompok gamelan muda Sekar Jindra.

Pilinan the Lepidopters keluar dari lokus ini, menghubungkan karya Robert Smithson, yang terlibat erat pada gerakan re-imajinasi radikal atas karya-karya fiksi ilmiah eksperimental pada awal ’70-an, bersama karya seniman-seniman pada masa itu: David Behrman, Takehisa Kosugi dan Eduard Artemyev, komposer musik progresif dan eksperimental yang karyanya berkembang dalam lanskap bunyi (sonic) yang diperluas melalui elektronika analog, dan dalam lanskap interior fiktif visi utopis dan distopian yang menjadi ciri tulisan-tulisan Phillip K. Dick, Stanisław Lem, dan Alice Sheldon. Semua itu dirujuk dalam teks susunan von Schlegell.

Semua aspek lain dari karya ini juga tersirat dalam komik, dalam pementasan dan desain kostum, desain alat-alat musik baru dan kotak penyimpannya yang menyerupai patung, film dan animasi yang diproyeksikan selama pertunjukan, dan buku program atau materi cetak lain yang menyertainya.

Pertunjukan ini diselenggarakan atas kerjasama antara YES NO KLUB dan Kongsi Jahat Syndicate.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s