Home

YBSAHABAT BENTARA,
Berikut ini serangkaian acara “MENJELAJAH PEMIKIRAN YB MANGUNWIJAYA”
Peringatan 15 tahun wafat Romo Mangunwijaya

1. PAMERAN SENI RUPA “PAGER PIRING” 
Bentara Budaya Yogyakarta, 6-11 Mei 2014
Pembukaan pameran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X*
Selasa 6 Mei 2014, Pkl. 19.00 WIB-selesai
Performance: – Wayang Millenium
– Solo performance Sri Krisna

2. SEMINAR PENDIDIKAN “Melacak Visi dan Gerakan Humanisme YB Mangunwijaya ”
Hotel Santika Yogyakarta
Jln. Jend. Soedirman Yogyakarta
Hari Rabu, 7 Mei 2014 Pkl. 09.00-13.00 WIB
Pembicara:
1. Romo Prof. A. Sudiarja, SJ (Filsafat)
2. Prof. Dr. Bakdi Sumanto (Sastra)
3. Erwinton Napitupulu (Arsitektur)
4. Nurul Agustina (LSM)
5. Binny Buchori (LSM)
Moderator: Bandung Mawardi

3. SARASEHAN BUDAYA “GERUNDHELAN ORANG-ORANG REPUBLIK”
Halaman Bentara Budaya Yogyakarta
Sabtu, 10 Mei 2014 Pkl. 19.00-22.00 WIB


Pembicara:
1. Mudji Sutrisno, SJ (Budayawan)
2. Mohamad Sobary (Sastrawan)
3. Herry Zudianto* (Mantan Walikota Jogja)
4. Harry van Jogja (Becakcitytour)


Host:
-Dr. Oda Teda Ena
-Susilo “Den Baguse Ngarso” Nugroho
Performance: Kelompok Musik Lagu Puisi SABU
Angkringan gratis

4. WORKSHOP SENI RUPA ANAK “PLASTER PAINTING KIT”
Halaman Bentara Budaya Yogyakarta
Minggu, 11 Mei 2014 Pkl. 09.00-13.00 WIB
MC & Performance : Tedjo Badut

2 thoughts on “Menjelajah Pemikiran YB Mangunwijaya

  1. Kabar untuk Mangun Wijaya
    Romo,
    Rumah-rumah itu masih kukuh berdiri
    Indah ditimpa sinar rembulan yang timbul tenggelam bersama laju awan
    Malam itu, sungai tempat engkau berkaul, mendangkal oleh kemarau berkepanjangan
    Sampah-sampah tetap saja terlihat walau disamarkan oleh temaram malam

    Romo,
    Kini, banyak belia bertandang
    Duduk riang di awal dan penghujung malam, bercengkrama tentang segala hal
    Dari trotoar, mereka melempar pandang, riang berdendang

    Romo,
    Bulan masih berpacu dengan awan
    Kutengok langit dan kukabarkan
    Di Code kehidupan terus berjalan

    Code, 28 September 2007
    Ramadan
    POSTED BY EMHADE AT 12:21 PM

  2. Dia tahu kalau kekuatannya tidak sebanding dengan Tumenggung Wiroguno, tapi cinta telah menuntunnya untuk berani disaat-saat yang begitu mendesak. Perkelahian tak dapat dihindari dan kemenangan sudah dipastikan akan berpihak pada Wiroguno. Disodorkanlah keris sakti Wiroguno ke hadapan tubuh Pronocitro, namun secepat kilat Mendut telah berdiri tepat di hadapan Pronocitro. Keris Wiroguno tertancap menusuk jantung Mendut dan tembus ke dada Pronocitro. Mereka rubuh bersimbah darah. Tubuh mereka hanyut dihemapas ke muara sungai menuju samudera, tempat asal mereka dulu.

    Cinta telah menyatukan mereka dalam satu nafas, kehidupan dan kematian. Sedangkan kekuasaan memang selalu menyiratkan kekuataan senjata dan darah, lalu melupakan nilai-nilai kemanusiaan tentang cinta dan kasih sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s