Home

PAMERAN “AKSARA / RUPA: Presentasi Karya Rupa Berbasis Aksara”

Di Ruang Pameran, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri/PKKH UGM

Pembukaan 12 November 2014, pukul 19.30 WIB
Dibuka oleh Bpk. Pujo Semedi Hargo Yuwono (Dekan Fakultas Ilmu Budaya/FIB UGM)
Pameran berlangsung 13-21 November 2014

Kurator: Alia Swastika

agusbakulGagasan dasar dari proyek dan pameran ini adalah mencoba untuk menelusuri kembali keterkaitan antara bahasa rupa dengan aksara. Sejarah peradaban yang panjang telah menempatkan bahasa rupa dalam fungsi yang terus berubah dalam masyarakat. Pada satu masa, sebagaimana tersebut di awal, bahasa rupa merupakan cara terpenting untuk berkomunikasi, mengartikulasikan pikiran dan perasaan manusia, dan pelahan, menjadi sarana dokumentasi atas peradaban. Ketika kemudian manusia mengenal aksara dan bahasa, dalam kaitannya dengan modus komunikasi, bahasa visual lebih banyak digunakan sebagai pendukung atau ilustrasi dari bentuk-bentuk tulis. Manusia lebih sering menggunakan aksara untuk berkomunikasi satu sama lain. Pada masa sekarang, imaji visual kembali menunjukkan peran yang signifikan dalam proses komunikasi antar manusia. Makna-makna yang kolektif atas sebuah imaji visual menjadi makna yang dominan dalam ranah kehidupan sosial.

Dalam perkembangan seni rupa kontemporer dewasa ini, penyelidikan atas relasi antara rupa dan aksara telah membawa seniman-seniman untuk melihat aksara sebagai bentuk visual yang mendasar. Seniman-seniman Cina dan mereka yang berasal dari jazirah Timur Tengah banyak menggunakan aksara sebagai imaji visual yang mendasari konsep karya mereka. Melampaui fungsi kaligrafi yang menempatkan aksara sebagai penyusun utama dari imaji visual, karya-karya seniman kontemporer ini menyandingkan aksara dengan imaji visual lainnya sehingga masing-masing mempunyai fungsi yang sama kuatnya. Karya-karya dari seniman seperti Shirin Neshat, Xu Bing, Gu Wenda, adalah contoh-contoh dari upaya seniman kontemporer untuk memberi makna baru pada aksara. Memberi makna baru ini pada akhirnya dapat diterjemahkan sebagai upaya untuk menegaskan, mendekonstruksi makna, menjajarkan berbagai makna yang berbeda, sehingga rupa aksara ini keluar dari apa yang kita lihat sehari-hari, dan tampak sebagai sesuatu yang “extra-ordinary”. Dengan cara ini, pemirsa bisa membangun jarak dengan aksara, melihatnya dalam bingkai makna yang berbeda, lalu membangun imajinasi visual yang berkaitan dengan konteks sosial yang lain.

Pameran ini menghadirkan karya-karya yang melihat aksara dalam berbagai perspektif yang berbeda, terutama yang berkaitan dengan konteks dan sejarah Indonesia. Dengan keberagaman budaya di Indonesia, terlihat pula betapa kayanya Indonesia dalam ranah bahasa dan aksara. Para seniman dalam pameran ini menghadirkan perspektif sosial politik (dimana bahasa diterapkan sebagai taktik dan strategi), representasi identitas (sebuah pernyataan atas identifikasi diri atau kelompok), mitologi dan sejarah (yang berkaitan dengan penciptaan kisah dan legenda), estetika (melihat aksara sebagai proses negosiasi bentuk dalam seni), ataupun pergesekannya dengan budaya populer. Dalam bentuknya sendiri, kita bisa melihat keragaman visualisasi aksara, mulai dari aksara Jawa, Arab, Cina, Bugis, ataupun aksara latin.

Seniman yang terlibat: Ace House Collective (Yogyakarta), Agus Baqul (Yogyakarta), Colliq Puji’e (Yogyakarta), Duto Hardono (Bandung), FX Harsono (Jakarta), Farid Stevy Asta (Yogyakarta), Ketjil Bergerak divisi Street Art (Yogyakarta), Wimo Ambala Bayang (Yogyakarta), Wisnu Auri (Yogyakarta).

KEGIATAN PENGIRING

Diskusi:
“Aksara dan Penyebarannya di Indonesia: Perspektif Sejarah dan Konteks Sosial Politik”
Jumat, 21 November 2014, pukul 16.00 WIB
Pembicara:
– Arham Rahman (Mahasiswa Program Magister Ilmu Religi dan Budaya/IRB Universitas Sanata Dharma, anggota Colliq Puji’e)
– Mimi Savitri (Staf Pengajar Jurusan Arkeologi FIB UGM)

Informasi lebih lanjut:
Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri/PKKH UGM
Universitas Gadjah Mada
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Tel./Fax. +62 (0)274 557317
Email: pkkh@ugm.ac.id
Website: http://pkkh.ugm.ac.id/
Jam buka ruang pameran: 10.00-21.00 WIB

Narahubung:
Aisyah Hilal (Sdri), 08122731573
Keumala Hayati (Sdri), 085713370347

Pameran ini diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri/PKKH UGM, dengan mengundang Alia Swastika sebagai Kurator Tamu.

***Credit foto: karya Agus-baqul, Rumahku Surgaku #2, 200x300cm, akrilik di atas kanvas, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s