Home

Pertunjukan Teater oleh : Komunitas Jalan Kecil
Biografi Tomat & Batu
berdasarkan puisi Hanafi & Afrizal Malna

SABTU. 21 FEBRUARI 2015.
20:00 WIB
@STUDIO HANAFI
jln.raya cinere. gg. manggis #72 DEPOK

tomat

Biografi Tomat & Batu

Teks ini melompat-lompat dengan ujaran ujaran tokoh yang saling mengikat namun juga bisa tidak saling menjerat. Tokoh tidak dinyatakan melalui nama, namun melalui perwakilan tubuh sehari-hari-nya, yang juga tidak cukup jika kita ingin mengaitkannya dengan realitas pekerjaan yang ada di dunia nyata. Tokoh terbagi ; Pemakan Bunga Layu, Penjahit Tomat, Pengunyah Garam, Penggenggam Batu dan O.Trantib (O yang bisa menjadi oknum, organisasi, opera, oligarki dan apapun yang berawalan O).

Secara liris teks Biografi Tomat dan Batu mencoba membayangkan narasi yang dijahit oleh Penjahit Tomat, wanita yang mengalami kekerasan rumah tangga, hamil di usia muda, ingin bercerai tetapi juga tidak punya keinginan untuk membesarkan anaknya. Pemakan Bunga Layu, lelaki kesepian yang mengintai dari satu rumah ke rumah lain, memasuki kehidupan rumah tangga orang lain hanya untuk merasakan memiliki hubungan, merasakan memiliki keluarga.

Penggenggam batu, suami penjahit tomat, selalu memaksakan kehendak dirinya, selalu ingin memecahkan dengan kekerasan, dengan batu, dengan tinju, dengan taktik besi. Pernikahan yang keras antara penjahit tomat dan penggenggam batu melahirkan secara terpaksa seorang anak bernama ; pengunyah garam, seorang anak yang melihat dunia dengan mata bolong. Gelegak biografi itu lalu disusupi dengan esei-esei mengenai dunia ketiga bernama Indonesia, sejarah, penjajahan dan sekelumit poskolonialisme yang ada di dalamnya. Esei-esei itu berada di antara keterjepitan narasi yang saling menghimpit para tokoh. Luluh lantak itu tidak menjadi keharuan yang memuncak tetapi diakhiri dengan puisi-tindakan untuk menyudahi kisah yang sebaiknya membakar dirinya sendiri.

Anatomi Pertunjukan.

Anatomi yang akan saya gunakan di dalam proses pemeristiwaan akan banyak menggunakan prinsip-prinsip performance-art, di mana tubuh sebagai presentasi juga diperhitungkan. Tubuh bukan saja dimuati oleh peran dan watak, tapi juga tubuh menjadi medan eksternal dari arus yang ada di sekitar dirinya. Tubuh juga adalah titipan pasar, titipan ideologi, dan titipan gencetan produk yang ada di sekitar dirinya. Tubuh juga bisa mencapai sublimitas-nya, tubuh bisa memasuki arena biografinya sendiri. Bukan hanya sebagai watak tetapi empati pembacaan terhadap apa yang bergerak di sekitar tokoh, karena tokoh yang dihadirkan bukan tokoh watak-narasi, namun tokoh sebagai titipan dari arus eksternal realitas. Tokoh sebagai esei dan tokoh sebagai ideologi.

Pembacaan terhadap teks pun akan dilakukan bukan hanya sebagai presentator teks, tapi juga sebagai penafsir yang fasih tenggelam di dalamnya. Tradisi pembacaan teks tidak dilakukan melalui watak, tapi merujuk pada pemeranan teks, penokohan teks yang disiasati dan disusupi dengan strategi melihat puisi atau melihat cerpen. Gerak yang akan dihadirkan harus berasal dari kefasihan melihat benda, melihat ruang, melihat gagasan. Panggung yang akan saya giati pun adalah panggung dalam ruang yang minimal, bagaimana panggung yang kecil bisa menjadi medan penemuan dari intensi penonton terhadap pertunjukan. Galeri-galeri, garasi, adalah ruang yang akan mencoba mendekatkan anatomi pertunjukan sedekat mungkin pada kemungkinan bertemunya peristiwa dengan ruang minimal.

Teater yang akan saya hadirkan akan mencoba menghasilkan kontras-realitas, bukan hanya menduplikasi realitas tapi mengkongkritkan realitas itu sendiri. Kemuakan itu dihadirkan begitu saja, bukan dengan membingkainya tapi dengan menyodorkannya kepada ruang dengan ketajaman-ketajamnnya. Medium yang digunakan pun sifatnya berjejeran, antara benda dan tubuh menjadi sama-sama berguna dalam mengisi peristiwa, antara bunyi dan gambar saling menjahit fenomena.

Tentang Komunitas Jalan Kecil

Jalan Kecil adalah kolektif seni yang berdiri di Kota Bandung sejak tahun 2008. Dalam sejarahnya Jalan Kecil telah banyak mennghasilkan penciptaan karya-karya pertunjukan (teater,drama,performance art). Pada awal tahun ini melalui pertunjukan ‘Biografi Tomat Dan Batu’ akan menjadi sebuah momentum pertemuan dalam meleburkan batas-batas idiomatik pertunjukan yang banyak menggunakan tubuh,ruang dan gambar sebagai medium estetiknya.

Pertunjukan teater ini akan menjadi energi tarik ulur yang saling menegang juga saling melepas, di antara konsepsi seni pertunjukan (performing art) dan seni tindakan (performance art). Pertunjukan Biografi Tomat dan Batu ; adalah pertunjukan yang dihadirkan dari kefasihan melihat benda, melihat ruang, melihat gagasan. Panggungnya adalah batas minimal, bagaimana panggung yang kecil bisa menjadi medan penemuan dari intensi penonton terhadap pertunjukan. Galeri-galeri, garasi, adalah ruang yang akan mencoba mendekatkan anatomi pertunjukan sedekat mungkin pada kemungkinan bertemunya peristiwa dengan ruang minimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s