Home

Pertemuan Dalam Lubang Jarum / A Pinhole Encounter : a theatre performance

pinholeteater

Darimanakah teks teater mengendurkan otot-nya ?

Pertemuan dalam lubang jarum adalah sebuah pertunjukan teater yang mempertemukan tiga teks, dalam sebuah kesempatan pertemuan yang saling menjahit interioritas biografi, yaitu : teks jawa yang menjadi oksigen-nya seorang perupa/pelukis Hanafi, puing-puing yang redam-nya seorang penyair Kiki Sulistyo dan narasi tentang kesakitan di kaki Riyadhus Shalihin, yang bekerja sebagai dramaturg dan sutradara dari susunan teks tersebut, hingga akhirnya perwujudan teater berusaha menguak ‘ruang paling tegang’ dan ‘ruang paling lemas’ yang bisa merembes ke dalam panggung. Hanafi dengan ketajaman perlakuan nafas artistiknya menjamah dan menelusuri tubuh artistik panggung, Kiki banyak sekali membuat tanda-tanda persinggungan dan pertemuan dari seluruh jahitan teks, Kiki banyak membuat simpul-simpul teks dari susunan puisi ‘penangkar bekisarnya’.

Bagaimanakah cara memperlakukan teks Jawa dari nafas biografi hanafi, yang telah lama tidak menghuni jawa secara spasial, apakah jawa adalah rongga spasial saja. Jawa seperti apa yang dipadatkan dalam pertunjukan ini.

Sebab memperkarakan jawa adalah sebuah retakan teks, lubang yang bolong di sana sini. Aktor menjadi ruang tunggu dari nafas jawa itu, dan spektator yang telah mendiami tentang Jawa berubah menjadi hunian, dari latar menjadi layar. Jawa bukan lagi perkara hal yang di sana, Jawa menjadi perkara yang terus bocor.

Memasuki rongga bolong dari puisi-puisi Kiki Sulistyo yang merembes masuk, memasuki kesempitan teks yang muncul dari luka kakiku. Aktor telah menjadi di sini, dan puisi menggali ulang kemungkinan peristiwa menjadi mengerang berkali-kali. Peritiwa terus mengerupsi tubuhmu dan tubuhku.

Dari manakah keringat aktor menetes ?

Sepatu tentara, lonceng yang menggema, mesin jahit yang bergerigi, dan kasur bagi seluruh bunyi adalah nafas ruang bagi seluruh mesin pertunjukan.

Relasi tersebut mengakibatkan keterikatan magnetis antar aktor yang mencoba menguak narasi interior dari biografi teks.

Teks teater ini pada akhirnya ingin mencoba merangsek masuk ke dalam ruang sensitif tanda-tanda, otot bagi seluruh kepasrahan yang bersembunyi di dalam tubuh. rasa ngeri yang seringkali bersembunyi di dalam kostum.

_____________________________________________

Pertunjukan dapat diapresiasi pada :

1#
Defining Paradise 2015
Jumat, 10 April 2015 – 19:00 WIB
Bumi Sangkuriang Jl.Kiputih No.12, Ciumbuleuit, Bandung.

2#
Biografi Visual Oksigen Jawa
Sabtu, 18 April 2015 – 19:30 WIB
Amphitheatre FSRD-ITB, Jl.Ganesha No.10, Bandung.

Informasi pertunjukan :

Inez : 08974691022
Abi : 08567145478

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s