Home

PENUTUPAN “COSMOGONY” DENGAN PENTAS MUSIK FLUKEMINIMIX DAN TARIAN INE ARINI DAPAT BANTUAN TATA CAHAYA DARI KOREA

Penutupan pameran “Cosmogony di dalam Senirupa karya Herry Dim” yang akan ditandai pertunjukan musik eksperimental Flukeminimix serta tarian Ine Arini dkk., 19 Mei 2015, mulai pkl. 19:30 di Bale Motekar Padjadjaran, jl Banda 40 Bandung, termasuk luar biasa karena mendapat perhatian khusus dari produsen lampu/tata cahaya dari Korea.
Satu unit lengkap yang terdiri dari jenis-jenis lampu panggung dikirim khusus dari Korea untuk “Cosmogony.” Penataan dan penggunaan tata cahaya akan digarap oleh seniman tata cahaya Joko Kurnaen (Bandung) dan Didiet (Yogyakarta), sementara penataan artistik dilakukan oleh Herry Dim.
Daniel Koo Seok Joo selaku CEO dari Pasifik Grup sekaligus yang membawahkan salasatu industri TDL Lighting di Korea, menjelaskan bahwa dirinya percaya kepada kreativitas seniman Bandung khususnya dan seniman Indonesia pada umumnya, atas alasan itu pula dirinya tergerak untuk melakukan kolaborasi kreatif.
Seperti dijelaskan oleh Satria Yanuar Akbar yang menangani berlangsungnya keseluruhan acara pameran “Cosmogony,” Daniel Koo Seok Joo akan hadir pada acara penutupan setelah sebelumnya hadir pula pada acara pembukaan pada 12 April 2015 bersama enam orang jajaran eksekutif dari industrinya.
Sementara itu Kang Hyoung Rae selaku GM dari TDL Lighting, saat kunjungannya ke Bale Motekar, Sabtu (16/5), mengatakan bahwa fihaknya akan pula membawa jenis cahaya laser yang mungkin belum pernah digunakan di Indonesia. “Mudah-mudahan saja kita tidak mendapat kesulitan untuk memasukan barangnya dari Korea ke sini,” kata Kang Hyoung Rae dalam bahasa Inggris.
Lampu-lampu LED khusus untuk lukisan-lukisan yang dipamerkan di Bale Motekar, itu pun sepenuhnya merupakam sumbangan dari TDL Lighting. Lampu yang didatangkan dari Korea tersebut dikolaborasikan dengan karya seniman/pengrajin bambu, Mang Ucu, dari Rajapolah, Tasikmalaya.
Pertunjukan musik, tari, dan tata cahaya akan berlangsung di ruang belakang galeri Bale Motekar, bersifat terbuka untuk umum sebatas ruang masih memadai.

skethdimm
“Ruang tersebut sama sekali bukan ruang pentas melainkan area terbuka biasa yang dihimpit bangunan, tapi mudah-mudahan ruang biasa tersebut bisa disulap menjadi sesuatu,” ujar Herry Dim.*

[Sumber berita: SS Org. & Studio Pohaci]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s